"Sebuah Blog Berisi Kumpulan Puisi Indonesia"


Rabu, 04 Januari 2012

DESEMBER RAGU-RAGU

pinjami aku kekang dari sembrani gagahmu
aku ingin menghentikan laju waktu tepat di menit ini
jikapun mesti terkapar, kuingin di menit ini saja

atau tuliskan secarik ramuan rahasia agar ragaku bisa tak menua
desember ini aku merasa semakin renta saja
semilir bayu serupa selaksa jarum susupi pori-poriku
jikapun mesti berdarah, kuingin di menit ini saja

aku yakin sangat, desember ragu-ragu menyudahi tiga puluh satu hitungannya

pergantian hari serupa kesia-siaan yang mau tak mau
tak kulihat lagi beda kemarin, hari ini, pun esok
jikapun mesti pudur, kuingin di menit ini saja

aku semakin menua, renta dijemur derita
terkapar, berdarah, pudur

enggan sudah aku berdoa
_demi sebentuk sorga yang entah ada entah tidak
enggan sudah aku menghiba
_demi sebentuk cinta yang entah ada entah tidak

pahamilah, adinda
ini bukan desember pertamaku
ini bukan desember bertabur bunga
ini bukan desember berselimut salju

desember ragu-ragu melaju
selambat apapun itu, tetap akulah yang tertinggal
terkapar, berdarah, pudur

berhentilah wahai kau waktu!
tak ada guna kau sapa esok
hanya hitungan dosaku yang bertambah
sedang ragaku semakin renta menua

maka berhentilah di menit ini saja.


RGS

KUCING-KUCINGAN

mari kita main kucing-kucingan
aku sembunyi di balik juntai jubah
kau sembunyilah pula di balik hijab lapis dua

mari kita mulai menghitung mundur dari lima
aku menahan nafas dalam gairah mendera
kau memejam mata pula dalam gamang batas norma

permainan ini harus terus kita jaga rahasianya
bisa celaka jika ada yang turut serta
dan membocorkan persembunyian kita

mari kita main kucing-kucingan
jaga rahasia, bunuh gairah
atau...kita saling terkam saja?


RGS

PAGI PECAH

belumlah usai embun dijilat surya, gerimis datang menebalkan dendam.

rindu berkalang bau amis darah belalang, sedangkan sembah belum sempurna usai.
setengah hari akan purna begitu saja, sepertinya.

genapkan dahulu pintamu pada tuhan yang berkelamin bimbang.
sebelum rindu semakin mendendam iman.
embun berlapis rintik gerimis...
dan surya tak pernah berpaling ke arah tangis.

serupa apa kisah hari ini?

masihkah doa dan paras memelas jadi alas tipuan nafsumu?
kita membodohi malam di setiap kelamnya.
kita selingkuh ketika siang belum sempurna terang.
kita mengutuk kelamin tuhan yang memanjang...

salahkan saja hujan, jikalau pagi pecah centang perenang.


RGS

Tak Perlu Dimengerti

melengganglah waktu dengan lenggok gadis tujuh belas tahun
menyusuri wajah bumi nan semakin berkerut
menyambit bulan agar tak pernah purnama
kemudian hinggap di bawah kelopak mata

dua ratus delapan mantera menyibak misteri
merancang akhir kisah bella dan edward cullen
menghipnotis stephenie meyer agar tak meluka anak serigala

lalu waktu bertumpuk pada sepiring sesal
menyantapnya dengan kesadaran penuh tentang dosa
namun aku lahap tak peduli mertua!

bacalah jejaknya di tiap kerikil pecah
gurat yang dibuat tanpa basa-basi
menintamerahkan sebuah cinta

waktu mengakhiri lenggangnya
di kesakitanku berpisah denganmu


RGS

berbisik di mulutmu

jangan mengira aku akan mencium bibirmu...haram!
aku hanya akan berbisik di mulutmu, sini mendekatlah...


RGS

Selimut Batumu

"aku tak pernah melupakanmu, sungguh!
tetapi bukan pula berarti aku selalu mengingatmu"

lalu seekor kupu-kupu menitipkan sebelah sayap padaku
pucat tak bergairah
hingga meluntur pula rona wajahku

aku tetaplah lumut beludru selimut batumu
termangu menghitung waktu
mendungu


RGS
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...