"Sebuah Blog Berisi Kumpulan Puisi Indonesia"


Selasa, 20 Desember 2011

Cerita Desember

setengah hari
setengah hati
kuikuti langkahmu
yang kemudian terhenti
__di halaman sebuah gereja

sedang apa, adinda?
dosa dan luka-luka abadi sudah tak ada beda
pun loncengnya hanya memanggil sunyi
jangan pinta kisah isa dariku
kupunya kisah adam hawa dan khuldi
__mari kita bertengkar saja tentang pohon itu


RGS

MINUS DI BAWAH NOL

BENING DAMHUJI
 

Suara-suaramu sangar melangit
Sedangkan kau tetap tengkurap di tempat tidur
Sesekali kau membusungkan dada di pinggir jalan
Sembari menghitung jumlah debu yang diam
Kau merutuk mencercah bahkan menyemburkan liur di sana-sini
Apakah kaupikir ludahmulah yang meluapkan air di sungai-sungai?
Kau acungkan pedang tumpul meretas semak tanpa onak
Kau lupa para pendahulu telah merambahi sebelummu
Karena sayatan lalang rapuh, lolonganmu nyaris memecahkan batu-batu gunung
Kau henyak melihat burung membuat sarang dari ranting
Sementara kau tak pernah mampu membuat tikar dari rotan

Kau hanya mampu membaca aksara-aksara mati
Tak jelas!
Kau hanya pandai menghitung angka-angka dari balik selimut
Dalam mimpi-mimpi penidur!
Kau hanya memuja percikan api di tungku, tapi mengabaikan matahari
Kau mengutuk sengatan lebah, tapi mengabaikan manisnya madu!

(Apakah aku harus membakarmu saja?)

Senin, 19 Desember 2011

Yang Tertinggal

Kalau semua rasa telah dituliskan
Dengan tanpa terlewat
Lalu apalagi yang tertinggal

Minggu, 11 Desember 2011

Terperangkap

Hujan menyampaikan pesan dari langit
lewat tiap butirnya
sampai padaku jadi gigil

Aku menyebut nama-Mu

kusebut pula namanya
menjadi-jadi dalam gigil yang beda

Hujan menyamarkan parau teriakku


MENJERANG MALAM

senja sebentar lagi usai
menyeret merahnya menghilang di tikungan kelam
memanggil burung hantu datang untuk disuruh diam

apa yang terperangkap abadi di bilik dadamu?
..senjakah itu?
tak datang jua malam menyapamu?
oh, kasihan..sungguh!
tentu tak pernah kau tahu,
tadi malam purnama ditelan gerhana

Tembang Ilalang

Karya: Rooswanty Mahmood melalui Kirim Puisimu



Nada-nada semilir melewati kuncir dua rambut gadisku
Menenangkan suasana sore di padang lalang
Menyambut senja yang perlahan datang

Ilalang menyapa dengan tarian
Dalam rentak nada yang sama
Gadisku menari riang

Menyambut tembang ilalang yang tak pernah usang
Tentang mimpi menjadi kembang
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...